Wamenkomdigi menegaskan tidak ada rencana pemadaman internet 25‑27 September 2026. Pedagang harus cek kebenaran info agar tidak terganggu transaksi digital.
Rumor pemadaman internet nasional selama tiga hari, mulai 25 September hingga 27 September 2026, beredar luas di media sosial. Banyak pemilik warung dan usaha kecil yang khawatir karena mengandalkan layanan digital untuk pembayaran, pemesanan, dan pencatatan penjualan. Hoaks semacam ini dapat menimbulkan kepanikan dan mengganggu operasional harian mereka.
Wamenkomunikasi dan Digital, Angga Raka Prabowo, secara tegas membantah adanya rencana pemadaman tersebut. Ia menyatakan jaringan internet tetap beroperasi normal dan Kementerian terus memantau kualitas layanan. Pernyataan ini telah dilaporkan oleh tiga media, antara lain Antara News, CNN Indonesia, dan Detik Inet.
Bagi pedagang, jaringan internet yang stabil adalah tulang punggung transaksi QRIS, aplikasi kasir, dan platform e‑commerce. Jika mereka mempercayai hoaks dan menutup layanan digital, potensi penurunan penjualan serta kehilangan pelanggan bisa terjadi. Selain itu, kebingungan tentang status jaringan dapat memicu keputusan impulsif, seperti menolak pembayaran non‑tunai atau menunda update aplikasi penting.
Untuk menghindari dampak negatif, pelaku usaha disarankan memeriksa informasi melalui situs resmi Kemkomdigi atau menghubungi call center yang tersedia. Simpan juga alternatif pembayaran offline, misalnya QRIS yang dapat beroperasi tanpa koneksi internet atau tetap sedia uang tunai. Perbarui aplikasi secara berkala dan beri tahu pelanggan lewat media yang terpercaya bila ada perubahan layanan.
Dengan tetap waspada terhadap hoaks dan menjaga kesiapan operasional, warung dan UMKM dapat melanjutkan aktivitas tanpa gangguan. Kementerian Komunikasi dan Digital menegaskan akan terus memberikan peringatan resmi bila ada isu serius yang mengancam jaringan, sehingga pelaku usaha tidak perlu khawatir akan pemadaman yang tidak ada.