Kementerian Pariwisata bersama otoritas setempat mengevakuasi hampir seribu wisatawan setelah gempa magnitude 7,7 mengguncang Nusa Tenggara Timur.
Gempa yang terjadi pada pukul 06.30 WIB menimbulkan kerusakan pada beberapa bangunan di kawasan wisata utama, termasuk hotel‑hotel kelas menengah ke atas yang menjadi pilihan utama wisatawan domestik dan mancanegara. Kemenpar segera mengirimkan tim penanganan bencana serta menyiapkan transportasi darat dan laut untuk mengevakuasi tamu hotel yang berada di pulau‑pulau kecil sekitar Labuan Bajo.
Tim evakuasi mengevakuasi 986 wisatawan, termasuk 312 anak-anak, dari tiga hotel utama dan satu vila di Pulau Padar. Para tamu dipindahkan ke pusat evakuasi di Labuan Bajo, kemudian disalurkan ke hotel‑hotel cadangan yang telah disiapkan pemerintah daerah. Selama proses evakuasi, Kemenpar berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan untuk mengatur penerbangan alternatif bagi wisatawan yang ingin kembali ke kota asalnya.
Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) bersama Dinas Pariwisata setempat menyiapkan paket bantuan berupa makanan, air bersih, dan perlengkapan medis. Selain itu, mereka juga memberikan informasi terkini mengenai kondisi infrastruktur, termasuk pelabuhan dan bandara, untuk memastikan kelancaran mobilitas wisatawan dan logistik bantuan.
Bagi mitra warung, pedagang, dan UMKM di Labuan Bajo, situasi ini menimbulkan tantangan sekaligus peluang. Penutupan sementara beberapa area wisata dapat menurunkan penjualan, namun kebutuhan akan kebutuhan pokok, makanan siap saji, dan perlengkapan darurat meningkat. Pelaku usaha yang dapat menyediakan barang‑barang tersebut secara cepat berpotensi memperoleh pendapatan tambahan selama masa pemulihan.
Investor MPIX yang memiliki eksposur pada sektor pariwisata di NTT perlu memantau perkembangan pemulihan infrastruktur dan permintaan pasar pasca‑bencana. Kebijakan pemerintah yang mendukung rekonstruksi hotel, transportasi, dan fasilitas publik dapat membuka peluang investasi jangka menengah, terutama dalam penyediaan layanan logistik, bahan bangunan, dan teknologi pemulihan bencana.