Kementerian ESDM memastikan tarif listrik Oktober 2026 untuk periode 19-25 Oktober tidak naik -- sama seperti bulan-bulan sebelumnya sejak triwulan III 2026 (MetroTVNews, 19/10/2026). Ini berlaku untuk 13 golongan pelanggan non-subsidi maupun 24 golongan subsidi, termasuk golongan rumah tangga dan bisnis kecil. Kabar ini sepintas terdengar biasa saja, tapi justru jadi sinyal bagus buat pemilik warung dan konter pulsa: permintaan token PLN, salah satu produk PPOB paling laris di konter, kemungkinan tetap stabil karena daya beli pelanggan untuk beli token tidak tergerus kenaikan tarif.
Apa yang Terjadi dengan Tarif Listrik Oktober 2026?
Pemerintah menahan kenaikan tarif listrik untuk periode Juli-September 2026 (triwulan III), dan kebijakan itu masih berlanjut untuk periode 19-25 Oktober 2026 -- tarif tercatat sama seperti bulan sebelumnya (MetroTVNews, 19/10/2026). Tarif non-subsidi ditetapkan setiap tiga bulan berdasarkan faktor makroekonomi seperti kurs rupiah, ICP, inflasi, dan HBA, sementara tarif golongan subsidi memang dijaga pemerintah agar tidak membebani masyarakat.
Beberapa golongan yang relevan buat warung dan konter: rumah tangga subsidi R-1/TR 450 VA tetap Rp415/kWh dan R-1/TR 900 VA tetap Rp605/kWh. Rumah tangga non-subsidi R-1/TR 900 VA tetap Rp1.352/kWh, sedangkan R-1/TR 1.300-2.200 VA tetap Rp1.444,70/kWh. Untuk golongan bisnis kecil B-2/TR 6.600 VA-200 kVA -- kategori yang banyak dipakai warung dan toko kelontong -- tarif juga tetap di Rp1.444,70/kWh. Menurut MetroTVNews, kebijakan menahan tarif ini bertujuan menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan ekonomi.
Apa Artinya untuk Warung dan Konter?
Tarif yang stabil berarti dua hal sekaligus buat pemilik warung dan konter pulsa. Pertama, kalau toko memakai golongan bisnis B-2, biaya listrik operasional toko sendiri tidak naik, jadi pengeluaran bulanan lebih mudah diprediksi. Kedua, dan ini yang lebih penting buat konter yang jualan token PLN, daya beli pelanggan rumah tangga -- baik golongan subsidi maupun non-subsidi -- juga terjaga karena tarif listrik mereka tidak ikut naik. Artinya permintaan beli token PLN di konter berpotensi tetap stabil, tidak tertekan kenaikan harga seperti yang biasanya memukul belanja masyarakat untuk kebutuhan lain.
Token PLN memang dikenal sebagai salah satu produk PPOB paling cepat menghasilkan untuk konter, karena pelanggan rutin membeli setiap bulan atau bahkan setiap minggu. Dengan tarif yang tidak naik, momentum ini layak dimanfaatkan warung dan konter untuk memastikan layanan token PLN mereka selalu siap, cepat, dan menguntungkan -- bukan cuma mengandalkan pelanggan lama, tapi juga menjaga margin dari setiap transaksi.
Bagaimana Token PLN MPStore Menjawab Ini?
Di aplikasi PPOB MPStore, menjual token PLN bisa dilakukan lewat menu Token dan Tagihan PLN. Setelah membuka menu ini, konter tinggal memilih salah satu dari tiga produk yang tersedia -- Token, Tagihan PLN, atau Non-Taglis -- sesuai kebutuhan pelanggan. Untuk pembelian token, pilih nominal token yang diinginkan, lalu masukkan nomor meter. Sistem akan menampilkan rincian pembayaran lengkap dengan nama pelanggan dan kategori golongan listriknya, sehingga konter bisa memastikan dulu data sudah benar sebelum lanjut membayar.
Pembayaran bisa memakai Saldo MPStore, Transfer Bank, E-wallet, Virtual Account, atau QRIS, jadi konter tidak terpaku pada satu sumber dana saja. Setelah transaksi sukses, konter tinggal mengecek Nomor Serial (SN) token untuk diberikan ke pelanggan.
Supaya setiap penjualan token PLN tetap untung di tengah permintaan yang stabil ini, konter juga bisa memanfaatkan menu Atur Harga & Admin yang diakses lewat Riwayat, pilih salah satu riwayat transaksi, lalu masuk ke pengaturan harga. Di sana ada opsi Admin untuk menambahkan markup harga dari harga modal, serta Harga Jual Menimpa Tagihan yang membuat harga yang diinput otomatis dipakai sebagai harga jual (harga jual plus admin) -- cocok untuk produk tagihan seperti token PLN, pulsa, paket internet, dan PDAM. Dengan begini, konter tidak perlu menghitung ulang margin setiap kali ada transaksi token PLN masuk.
Manfaatkan Permintaan Token PLN yang Stabil Bulan Ini
Jual token dan tagihan PLN langsung dari aplikasi, atur margin sekali, untung berjalan terus.
Buka PPOB MPStorePertanyaan Seputar Tarif Listrik dan Token PLN
Apakah tarif listrik Oktober 2026 benar-benar tidak naik?
Benar. Menurut MetroTVNews yang mengutip data ESDM, tarif listrik periode 19-25 Oktober 2026 sama seperti bulan sebelumnya, melanjutkan kebijakan pemerintah menahan kenaikan tarif sejak triwulan III 2026 untuk golongan subsidi maupun non-subsidi.
Golongan listrik apa saja yang tarifnya tidak naik?
Setidaknya 13 golongan pelanggan non-subsidi dan 24 golongan pelanggan subsidi tarifnya tidak naik, termasuk rumah tangga R-1 (450 VA, 900 VA, 1.300-2.200 VA) dan bisnis kecil golongan B-2/TR 6.600 VA-200 kVA yang banyak dipakai warung dan toko kelontong.
Kenapa tarif listrik yang stabil penting buat konter pulsa?
Karena daya beli pelanggan untuk membeli token PLN tidak ikut tertekan kenaikan tarif, sehingga permintaan token PLN di konter berpotensi tetap stabil. Token PLN sendiri termasuk produk PPOB yang paling cepat menghasilkan karena pelanggan membelinya rutin setiap bulan.
Bagaimana cara memastikan jualan token PLN tetap untung?
Konter bisa mengatur markup harga lewat menu Atur Harga & Admin di MPStore, yang diakses dari Riwayat transaksi. Fitur Admin menambahkan markup dari harga modal, sementara Harga Jual Menimpa Tagihan membuat harga jual otomatis terhitung setiap kali ada transaksi token PLN atau produk tagihan lainnya.




