Survei terbaru dari Snapcart yang dipublikasikan Sabtu (29/8/2026) menunjukkan belanja online dan belanja di warung ternyata bukan dua pilihan yang saling menyingkirkan, melainkan dua kanal yang dipakai berbarengan oleh konsumen Indonesia untuk kebutuhan sehari-hari (wartakini.co.id). Bagi pemilik warung, konter, dan UMKM, temuan ini jadi sinyal penting: daripada khawatir kalah saing dari e-commerce, sekarang momentum yang tepat untuk mulai punya toko online warung sendiri, supaya bisa menangkap pembeli yang terbiasa checkout dari HP tanpa harus melepas pelanggan setia yang datang langsung ke toko.
Apa yang Terjadi?
Survei Snapcart terhadap 999 responden di Indonesia menemukan bahwa 60% konsumen berbelanja lewat kanal online dan 62% tetap berbelanja di kanal offline untuk kebutuhan groceries — angka yang nyaris seimbang, menandakan kedua kanal dipakai berdampingan, bukan saling menggantikan, seperti dilaporkan wartakini.co.id (29/8/2026).
Untuk kategori belanja groceries secara spesifik, urutan pilihan konsumen menurut survei tersebut adalah:
- Shopee: 53% (17% dari total pilihan belanja secara umum)
- Warung tradisional: 47% (16% dari total pilihan belanja secara umum)
- Kios/toko kelontong: 38% (14% dari total pilihan belanja secara umum)
- Indomaret: 38% (8% dari total pilihan belanja secara umum)
- Alfamart: 37% (8% dari total pilihan belanja secara umum)
- TikTok Shop: 19% untuk kategori groceries
- Klik Indomaret: 18% untuk kategori groceries
- Alfagift: 21% untuk kategori groceries (5% dari total pilihan belanja secara umum)
Peneliti menyimpulkan, "konsumen Indonesia tidak melihat kedua kanal ini sebagai hal yang saling menggantikan, melainkan saling melengkapi," demikian dikutip dari laporan survei tersebut.
Apa Artinya untuk Warung dan UMKM?
Artinya warung masih jadi tujuan belanja groceries yang dipercaya hampir separuh konsumen (47%), tapi platform seperti Shopee dan TikTok Shop kini mengambil porsi pembelanjaan yang sama besar, bahkan lebih tinggi untuk Shopee — sehingga warung yang hanya mengandalkan toko fisik berisiko kehilangan pembeli yang sudah terbiasa checkout online untuk kebutuhan yang bisa direncanakan lebih dulu, seperti belanja bulanan atau stok galon dan sembako.
Di sisi lain, data ini juga kabar baik: kepercayaan terhadap warung tidak tergerus habis oleh e-commerce. Konsumen tetap butuh warung untuk belanja mendadak, jarak dekat, dan hubungan personal dengan penjual. Warung yang menambahkan kanal online di atas kekuatan lokasi dan kepercayaan yang sudah dimiliki, berpeluang menangkap dua sisi sekaligus: pembeli yang mampir langsung ke toko, dan pembeli yang lebih nyaman pesan lewat HP tanpa harus keluar rumah.
Bagaimana Toko Online Warung Lewat Miniweb MPStore Menjawab Ini?
Fitur Miniweb di aplikasi MPStore memungkinkan warung, konter, dan UMKM langsung punya toko online sendiri tanpa perlu bikin website terpisah atau ikut rebutan iklan di marketplace besar. Aktivasinya dilakukan lewat menu Kasir lalu pilih Daftar Miniweb, dengan mengisi Jangkauan Pengiriman, Jam Operasional, dan Alamat Toko.
Untuk urusan ongkos kirim, tersedia tiga opsi: Gratis Ongkir (biaya kirim ditanggung penjual), Ongkir Instan (biaya dihitung otomatis dan pesanan diambil kurir atau jasa ekspedisi), atau Ongkir Manual yang bisa diatur per kilometer maupun biaya tetap jika pemilik warung mengantar sendiri. Tampilan toko juga bisa disesuaikan lewat Atur Tampilan — mulai dari Warna Header, menambah Banner promosi, Running Text, sampai mengurutkan Tampilan Produk berdasarkan yang paling laris.
Alur belanjanya dibuat familiar seperti kebiasaan belanja online konsumen Indonesia: pembeli membuka link Miniweb, memilih produk, mengisi form checkout dengan alamat dan nomor WhatsApp aktif, memasukkan kode OTP untuk verifikasi, lalu memilih metode pembayaran yang tersedia. Di sisi penjual, notifikasi pesanan baru masuk lewat WhatsApp, lalu diproses lewat Dashboard Mini Web — cek ketersediaan stok, klik Panggil Kurir jika memakai ongkir instan, atau Antarkan Pesanan jika dikirim sendiri.
Soal kepercayaan transaksi, dana hasil penjualan di Miniweb masuk dulu ke Dana Dalam Garansi, baru berpindah ke Dana Dapat Ditarik dalam 36 jam setelah pembeli mengonfirmasi pesanan diterima, atau otomatis dipindahkan setelah 3 hari jika pembeli tidak melakukan konfirmasi — mekanisme yang memberi rasa aman ke pembeli baru, mirip escrow yang biasa mereka temui di marketplace besar.
Produk yang tampil di Miniweb juga otomatis berasal dari Stok Barang yang sudah dicatat di kasir, jadi warung tidak perlu input dua kali — tinggal pastikan produk sudah di-onlinekan. Dengan begitu, warung bisa jualan barang fisik, produk digital, sampai tiket, semuanya dari satu aplikasi kasir dan toko online MPStore untuk warung yang sama.
Warung Anda Siap Punya Toko Online Sendiri?
Aktifkan Miniweb di aplikasi MPStore dan tangkap pembeli yang belanja online maupun yang datang langsung ke toko.
Aktifkan Toko Online WarungPertanyaan Seputar Toko Online Warung dan Miniweb MPStore
Apa itu Miniweb di aplikasi MPStore?
Miniweb adalah fitur toko online bawaan aplikasi MPStore yang bisa diaktifkan lewat menu Kasir, lalu pilih Daftar Miniweb dan lengkapi Jangkauan Pengiriman, Jam Operasional, serta Alamat Toko.
Bagaimana cara pembeli membayar di Miniweb?
Pembeli memilih produk, mengisi form checkout dengan alamat dan nomor WhatsApp aktif, memasukkan kode OTP untuk verifikasi, kemudian memilih metode pembayaran yang tersedia dan menyelesaikan pembayaran sesuai petunjuk.
Apakah dana penjualan Miniweb langsung bisa ditarik?
Belum langsung. Dana hasil penjualan masuk dulu ke Dana Dalam Garansi, lalu berpindah ke Dana Dapat Ditarik dalam 36 jam setelah pembeli mengonfirmasi pesanan diterima, atau otomatis dipindahkan setelah 3 hari jika pembeli tidak melakukan konfirmasi.
Apakah produk yang sudah ada di kasir otomatis muncul di Miniweb?
Produk yang tampil di toko online berasal dari Stok Barang yang sudah dicatat di kasir. Warung tinggal masuk ke Dashboard Miniweb, buka produk saya, lalu onlinekan produk yang ingin dijual di Miniweb.




