Berita Terkini29 Oktober 20265 menit

Remitansi PMI Rp288 Triliun, Peran Warung Cairkan Kiriman

A

Asih AI MPStore

Penulis

Remitansi PMI Rp288 Triliun, Peran Warung Cairkan Kiriman

Remitansi pekerja migran Indonesia (PMI) ke Tanah Air menembus Rp288 triliun pada 2025, naik sekitar 14 persen dibanding Rp253 triliun pada 2024, menurut data Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) yang dikutip Warta Ekonomi dan IDN Times (23/10/2026). Sebagian besar uang kiriman sebesar itu mendarat di rekening bank keluarga PMI yang tersebar di desa dan kota kecil — tempat warung dan konter langganan mereka biasanya jauh lebih dekat daripada kantor cabang bank. Cara keluarga itu mencairkan dana ke bentuk tunai, tanpa harus jauh-jauh ke ATM, adalah peluang nyata bagi warung yang sudah punya layanan keuangan digital.

Apa yang Terjadi?

Pada 22 Oktober 2026, Asosiasi Penyelenggara Pengiriman Uang Indonesia (APPUI) menggelar Indonesia Remittance Forum (IRF) 2026 di Jakarta, dengan tema penguatan kebijakan, perlindungan konsumen, kemitraan, dan kepatuhan terhadap standar keuangan internasional (Warta Ekonomi, 23/10/2026). Deputi Gubernur Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta, menyebut industri remitansi perlu tumbuh cepat namun tetap andal dan tahan uji, dengan layanan yang mengutamakan prinsip cepat, mudah, murah, aman, dan dapat dipercaya.

Ketua APPUI Eddy Hadiyanto menegaskan bahwa industri "tidak bisa hanya berlomba menjadi yang tercepat dan termurah", karena kepercayaan publik dan keamanan uang yang dikirim untuk keluarga PMI ikut dipertaruhkan. Ia menambahkan, "Pelindungan harus berjalan dua arah" — konsumen berhak atas layanan yang aman dan transparan, sementara operator berizin yang patuh aturan membutuhkan kepastian hukum dan iklim usaha yang kondusif (IDN Times, 23/10/2026). Dalam forum yang sama, APPUI melanjutkan kerja sama dengan Malaysian Association of Money Services Businesses (MAMSB) untuk tukar praktik terbaik dan mendorong digitalisasi industri remitansi antara kedua negara, selain menekankan kepatuhan terhadap standar anti pencucian uang dan pendanaan terorisme.

Apa Artinya untuk Warung dan UMKM?

Angka Rp288 triliun itu bukan sekadar statistik makro — sebagian besar mengalir ke keluarga PMI di kampung halaman, yang sehari-hari lebih sering mampir ke warung atau konter langganan daripada ke kantor cabang bank di kota. Begitu dana remitansi masuk ke rekening, keluarga PMI tetap butuh tempat terdekat untuk mencairkan uang atau sekadar mengecek saldo tanpa antre panjang di ATM, apalagi menjelang akhir tahun ketika kebutuhan rumah tangga biasanya naik bersamaan dengan musim libur Natal dan Tahun Baru.

Sorotan APPUI dan BI soal keamanan transaksi dan pentingnya operator berizin juga punya sisi praktis bagi warung yang sudah menjadi mitra layanan keuangan resmi. Ke depan, pelanggan — termasuk keluarga PMI yang mengandalkan kiriman uang untuk kebutuhan sehari-hari — akan makin memilih tempat tarik tunai dan transfer yang mereka percaya, dengan struk jelas dan biaya yang transparan, bukan sekadar tempat yang paling dekat dari rumah. Warung yang bisa menjawab kebutuhan ini punya alasan kuat bagi warga sekitar untuk terus balik lagi, bukan hanya untuk urusan keuangan tapi juga belanja sehari-hari.

Bagaimana Layanan Mini ATM MPStore Menjawab Ini?

Warung dan konter yang sudah jadi mitra MPStore bisa langsung menjawab kebutuhan ini lewat fitur Transfer ke Bank Pelanggan dan Tarik Tunai di mesin EDC MPStore, bagian dari layanan Mini ATM MPStore. Pelanggan — termasuk keluarga PMI yang baru menerima kiriman uang — cukup membuka aplikasi MPStore, login, lalu memasukkan kartu ATM mereka ke mesin EDC. Untuk tarik tunai, pilih menu Tarik Tunai, masukkan nominal penarikan, periksa detail transaksi, lalu masukkan PIN kartu ATM untuk memproses. Untuk transfer, pilih menu Transfer, masukkan kartu ATM, isi nominal dan rekening tujuan, lalu konfirmasi dengan PIN. Mesin EDC akan memproses transaksi dan struk tercetak otomatis sebagai bukti, sehingga pelanggan tidak perlu lagi mengantre ke ATM bank hanya untuk mencairkan atau memindahkan uang kiriman.

Biayanya mengikuti tipe mesin EDC yang dipakai warung. Pada mesin EDC Type A930, A920, dan A920 Pro: Cek Saldo Rp4.000, Tarik Tunai Rp7.500, dan Transfer Bank Rp6.500. Pada mesin EDC Feitian F20: Cek Saldo Rp4.500, Transfer Bank Rp6.500, dan Tarik Tunai Rp6.500. Satu hal penting yang perlu disampaikan ke pelanggan sebelum bertransaksi: Cek Saldo tetap dikenakan biaya meskipun tidak dilanjutkan dengan transaksi lainnya, jadi pastikan dulu saldo rekening pelanggan mencukupi sebelum memproses transaksi, agar tidak gagal atau justru terkena potongan biaya tambahan.

Dengan layanan ini, warung Anda bisa jadi titik pencairan dana kiriman yang nyaman dan tepercaya di sekitar rumah warga — sejalan dengan arah yang didorong APPUI dan BI untuk industri remitansi: cepat, aman, transparan, dan bisa dipercaya keluarga PMI yang menantikan kiriman dari anggota keluarganya di luar negeri.

Jadikan Warung Anda Titik Tarik Tunai dan Transfer Terpercaya

Aktifkan layanan Mini ATM MPStore dan bantu pelanggan sekitar — termasuk keluarga pekerja migran — mencairkan uang kiriman tanpa harus ke ATM bank.

Aktifkan Mini ATM MPStore

Warung yang ingin melengkapi layanan keuangannya juga bisa membaca lebih lanjut panduan layani tarik tunai di konter dan cara transfer uang antar bank lewat mesin EDC MPStore untuk memastikan setiap transaksi pelanggan berjalan lancar sejak hari pertama.

Pertanyaan Seputar Remitansi dan Layanan Tarik Tunai di Warung

Apakah warung bisa langsung menerima pencairan uang kiriman dari luar negeri?

Berdasarkan buku panduan MPStore, layanan yang tersedia di mesin EDC MPStore adalah Transfer ke Bank Pelanggan dan Tarik Tunai dari rekening bank pelanggan, bukan pencairan transfer internasional secara langsung. Artinya, begitu dana remitansi sudah masuk ke rekening bank keluarga PMI, dana tersebut bisa langsung ditarik tunai atau ditransfer ke rekening lain lewat EDC MPStore di warung Anda, tanpa pelanggan harus ke ATM bank.

Berapa biaya tarik tunai dan transfer bank lewat EDC MPStore?

Biaya mengikuti tipe mesin EDC. Pada EDC Type A930, A920, dan A920 Pro: Cek Saldo Rp4.000, Tarik Tunai Rp7.500, Transfer Bank Rp6.500. Pada EDC Feitian F20: Cek Saldo Rp4.500, Transfer Bank Rp6.500, Tarik Tunai Rp6.500.

Apakah cek saldo tetap kena biaya meski pelanggan tidak jadi bertransaksi?

Ya. Sesuai catatan penting di buku panduan MPStore, cek saldo tetap dikenakan biaya meskipun pelanggan tidak melanjutkan dengan transaksi lain. Karena itu, sebaiknya tanyakan dulu kebutuhan transaksi pelanggan sebelum memasukkan kartu ATM mereka ke mesin EDC, agar tidak ada biaya tambahan yang mengejutkan.

Siapa saja yang bisa mengaktifkan layanan Mini ATM di warung?

Layanan ini tersedia untuk warung, konter, dan UMKM yang sudah menjadi mitra MPStore dan memiliki mesin EDC yang terhubung ke aplikasi MPStore, sehingga setiap transaksi tarik tunai maupun transfer bank pelanggan tercatat rapi lewat struk yang tercetak otomatis.

#MPStore#UMKM#Mini ATM#UMKM#Bank Indonesia#Remitansi#Berita Terkini
Bagikan ArtikelWhatsAppTelegram
Asih AI
Asih AI Assistant
● Online • AI Powered
Halo! 👋 Saya Asih, AI Assistant MPStore.

Ada yang bisa saya bantu hari ini? Tanyakan apa saja seputar MPStore — mulai dari cara daftar, fitur QRIS, kulakan online, hingga produk digital.

Contoh pertanyaan:

Powered by MPIX.AI
Remitansi PMI Rp288 Triliun, Peran Warung Cairkan Kiriman | MPStore | MPStore