Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tenggara mencatat jumlah pengguna QRIS di wilayah itu tembus 373.622 orang per Agustus 2026, tumbuh 29,59% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, dengan jumlah merchant QRIS mencapai 286.786 atau naik 32,02% secara tahunan (Antara News, 5/10/2026). Bagi pemilik warung dan konter di luar Jawa, data ini jadi sinyal penting: QRIS untuk warung dan UMKM bukan lagi sekadar tren kota besar, tapi sudah jadi kebiasaan transaksi sehari-hari pelanggan—bahkan di provinsi yang selama ini jarang disebut saat bicara digitalisasi pembayaran.
Apa yang Terjadi di Sulawesi Tenggara?
Bank Indonesia Kantor Perwakilan Provinsi Sulawesi Tenggara melaporkan transaksi QRIS di wilayah itu mencapai Rp617,12 miliar dari 6,48 juta transaksi sepanjang Agustus 2026. Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Sulawesi Tenggara, Edwin Permadi, menyebut pembayaran digital semakin menjadi bagian dari aktivitas transaksi masyarakat dan pelaku usaha di daerah tersebut (Antara News, 5/10/2026).
Untuk mempercepat adopsi, BI Sultra menjalankan sejumlah program bersama pelaku usaha, termasuk "Pekan QRIS Nasional" dan "QRIS Jelajah Kuliner Sultra", yang menyasar pedagang kuliner dan UMKM agar lebih terbiasa menerima pembayaran nontunai. Kenaikan 29,59% pengguna dan 32,02% merchant dalam setahun menunjukkan tren ini berjalan cukup cepat, bahkan di wilayah yang infrastruktur digitalnya sering dianggap tertinggal dibanding Jawa.
Apa Artinya untuk Warung dan UMKM di Luar Jawa?
Artinya, ekspektasi pelanggan untuk bisa bayar nontunai kini menjalar sampai ke kota-kota kecil, bukan cuma Jakarta atau Surabaya. Warung dan konter yang belum menyediakan QRIS berisiko kehilangan pembeli yang terbiasa cashless—apalagi kalau toko sebelah sudah menerimanya lebih dulu.
Pola ini juga terlihat di kota-kota lain: riset Snapcart yang pernah MPStore ulas menunjukkan warung dan belanja online saling melengkapi, bukan saling menggantikan. Artinya, warung yang mengadopsi pembayaran digital justru punya peluang menjangkau pembeli yang kebiasaan transaksinya sudah bergeser ke nontunai, tanpa harus mengubah model dagangan fisiknya sama sekali.
Bagi pedagang di luar Jawa yang baru mulai, tantangan utamanya biasanya bukan soal mau atau tidak, tapi soal biaya dan kerumitan pendaftaran. Banyak pemilik warung masih menganggap QRIS cuma cocok untuk toko modern atau kafe di kota besar, padahal data dari Sulawesi Tenggara menunjukkan sebaliknya: lonjakan pengguna justru datang dari transaksi harian yang nilainya kecil, persis jenis transaksi yang terjadi di warung dan konter. Di sinilah pilihan platform QRIS jadi penting—terutama yang tidak membebani warung kecil dengan potongan admin di setiap transaksi kecil tersebut.
Program pendampingan seperti Pekan QRIS Nasional dan QRIS Jelajah Kuliner Sultra juga menunjukkan arah kebijakan BI ke depan: literasi digital tidak lagi difokuskan hanya di kota besar, tapi disebar ke daerah agar warung dan UMKM di luar Jawa tidak tertinggal dari sisi infrastruktur pembayaran. Warung yang sudah lebih dulu siap dengan QRIS—apa pun lokasinya—berpeluang lebih besar ikut program-program semacam ini begitu digelar di wilayahnya.
Bagaimana QRIS MPStore Menjawab Ini?
QRIS dari QRIS MPStore memberikan Gratis Admin 0% untuk transaksi dengan nominal Rp0–Rp499.000*, sehingga warung dan konter di mana saja—termasuk di luar Jawa—bisa mulai menerima pembayaran digital tanpa kena potongan biaya admin di setiap transaksi kecil. Dua manfaat lain yang relevan untuk pedagang baru: uang hasil transaksi langsung cair ke akun tanpa menunggu lama, dan warung bisa tetap bertransaksi tanpa harus memiliki rekening bank.
Pendaftaran dilakukan lewat menu saldo QRIS di aplikasi MPStore, pilih Buat QRIS baru atau akses langsung melalui qris.mpstore.co.id, lalu isi formulir dengan ID MPStore yang tertera di menu profil. Proses pembuatan QRIS memakan waktu 4–7 hari, dan status pendaftaran diinfokan lewat WhatsApp begitu QRIS selesai terdaftar.
Setelah QRIS aktif, saldo hasil transaksi bisa dipindahkan ke saldo utama MPStore lewat menu Tarik Saldo, atau diatur otomatis lewat fitur Otomatis Tarik Saldo ke rekening bank tujuan. Untuk warung yang ingin pemilik tetap terpantau tanpa harus cek aplikasi terus-menerus, tersedia juga notifikasi WhatsApp setiap ada transaksi QRIS masuk, dengan biaya Rp30.000 per bulan dan uji coba gratis 7 hari untuk pengguna baru. Riwayat transaksi QRIS pun bisa diunduh dalam format Excel lewat menu Riwayat, berguna saat warung mulai rutin mencatat keuangan untuk keperluan modal usaha.
Buat warung yang sekaligus ingin merapikan pencatatan stok dan transaksi harian, QRIS ini juga terhubung ke Kasir MPStore, sehingga penjualan lewat QRIS bisa ikut tercatat dalam satu laporan bersama transaksi tunai dan pulsa.
Mulai Terima QRIS Tanpa Biaya Admin di Warung Anda
Gratis Admin 0% untuk transaksi Rp0–Rp499.000*, uang langsung cair, tanpa perlu rekening bank.
Daftar QRIS MPStorePertanyaan Seputar QRIS untuk Warung dan UMKM
Apakah QRIS MPStore kena biaya admin untuk warung kecil?
Tidak, QRIS MPStore memberikan Gratis Admin 0% untuk setiap transaksi dengan nominal Rp0–Rp499.000*, jadi warung tidak kena potongan biaya admin di transaksi sehari-hari dalam rentang tersebut.
Berapa lama proses pendaftaran QRIS di MPStore?
Proses pembuatan QRIS di MPStore memakan waktu sekitar 4–7 hari sejak formulir pendaftaran diisi lengkap, dan pemberitahuan status dikirim lewat WhatsApp begitu QRIS berhasil terdaftar.
Apakah warung wajib punya rekening bank untuk pakai QRIS MPStore?
Tidak wajib. Salah satu manfaat QRIS MPStore adalah transaksi tetap bisa dilakukan tanpa harus memiliki rekening bank, meskipun warung bisa menambahkan rekening tujuan jika ingin mengaktifkan fitur Otomatis Tarik Saldo.
Bagaimana cara memindahkan saldo QRIS ke saldo utama MPStore?
Saldo QRIS bisa dipindahkan secara manual lewat menu saldo QRIS, pilih Tarik Saldo, masukkan nominal, lalu konfirmasi dengan PIN. Warung juga bisa mengaktifkan Otomatis Tarik Saldo agar perpindahan ke rekening bank berjalan otomatis sesuai jadwal yang diatur.




