OJK mengumumkan penyaluran kredit pembiayaan daerah senilai Rp53 triliun kepada 2,1 juta penerima sepanjang Agustus–Oktober 2026, lewat program Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) yang melibatkan 350 pelaku jasa keuangan di seluruh Indonesia (Media Keuangan, 25/10/2026). Bagi pemilik warung dan konter, ini bukan sekadar angka — ini soal ke mana sebaiknya mencari modal usaha warung: lewat jalur formal berbunga jelas, atau tetap bergantung ke rentenir yang selama ini jadi andalan banyak pedagang kecil saat butuh dana cepat.
Apa yang Terjadi?
Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menyampaikan dalam Rapat Koordinasi Nasional TPAKD 2026 bahwa "mulai bulan Agustus, September, Oktober sudah terjadi pemberian kredit pembiayaan kepada 2,1 juta penerima sebesar Rp53 triliun" (Media Keuangan, 25/10/2026). Penyaluran ini berjalan lewat 552 TPAKD yang sudah terbentuk di tingkat provinsi, kabupaten, dan kota, dengan bank sebagai salah satu penyalur utama.
Di acara yang sama, disebutkan dua program turunan yang lebih spesifik menyasar pedagang kecil: program Kredit/Pembiayaan Melawan Rentenir yang telah menyalurkan sekitar Rp64,8 triliun kepada 2,3 juta debitur, serta Kredit/Pembiayaan Sektor Prioritas senilai sekitar Rp5,4 triliun untuk lebih dari 103.000 debitur yang menjalankan usaha produktif (Go Parlement, 25/10/2026). Presiden Prabowo Subianto, dalam kesempatan itu, juga mendorong perluasan pembiayaan dengan target total Rp400 triliun bagi petani, nelayan, serta masyarakat desa dan kota, menyasar sekitar 28 juta orang.
Apa Artinya untuk Modal Usaha Warung dan UMKM?
Artinya, akses pembiayaan formal untuk modal usaha warung sedang diperluas secara aktif oleh pemerintah lewat jalur resmi — bukan cuma lewat bank besar di kota, tapi juga BPR dan lembaga jasa keuangan daerah yang jadi mitra TPAKD. Program Melawan Rentenir secara eksplisit menyasar pedagang yang biasanya terjebak pinjaman informal berbunga tinggi dan tidak transparan, dengan menawarkan kredit formal yang suku bunga dan syaratnya jelas sejak awal.
Namun, Go Parlement juga mencatat catatan penting: jumlah kredit yang besar belum tentu berarti berhasil. Yang menentukan justru kemudahan pengajuan, kejelasan biaya, kemampuan membayar, serta pendampingan usaha — sebab tambahan utang yang tidak terukur bisa membebani usaha yang belum stabil. Ini sebabnya warung dan konter perlu menyiapkan diri sebelum mengajukan, bukan sekadar mengejar plafon besar.
Bagi warung yang selama ini meminjam dari rentenir karena merasa prosesnya lebih cepat dan tanpa syarat berkas yang rumit, momentum perluasan TPAKD ini jadi alasan untuk mencoba jalur formal dulu sebelum balik lagi ke pinjaman informal. Selisih kemudahan di atas kertas kadang tidak sebanding dengan beban bunga yang harus ditanggung belakangan.
Bagaimana Fitur Permodalan & Kredit MPStore Menjawab Ini?
Warung dan konter yang ingin mencoba jalur formal ini tidak perlu menunggu sosialisasi TPAKD sampai ke daerahnya — aplikasi MPStore sudah menyediakan jalan pintasnya lewat menu Layanan Keuangan di aplikasi MPStore. Caranya, buka aplikasi MPStore, pilih Menu Lainnya, lalu pilih Layanan Keuangan dan masuk ke Permodalan & Kredit.
Di dalam menu ini tersedia dua jalur: KUR dari Bank Nobu, yang mengarahkan pemilik warung mengisi Form Pendaftaran secara lengkap dan benar; dan Loan Gallery, yang menawarkan pilihan pinjaman dengan agunan maupun tanpa agunan. Untuk pinjaman dengan agunan, tersedia mitra seperti BFI Finance. Untuk pinjaman tanpa agunan, ada pilihan seperti Indodana, Kredit Pintar, atau Tunaiku. Setiap pilihan menampilkan informasi serta syarat dan ketentuan yang perlu dibaca dengan seksama sebelum menekan tombol Lanjutkan dan mengisi data pemohon.
Dengan semua opsi ini tampil dalam satu menu di aplikasi yang sudah dipakai warung sehari-hari untuk transaksi, pemilik warung bisa membandingkan jalur formal mana yang paling cocok dengan kebutuhan modal usahanya — tanpa harus mendatangi kantor cabang atau menunggu proses TPAKD di wilayahnya satu per satu.
Butuh Modal Usaha untuk Warung atau Konter Anda?
Cek pilihan KUR Bank Nobu dan Loan Gallery lewat menu Permodalan & Kredit di aplikasi MPStore — bandingkan syarat dan bunganya sebelum mengajukan.
Lihat Layanan Keuangan MPStorePertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah warung bisa langsung mengajukan modal usaha lewat program TPAKD pemerintah?
TPAKD sendiri bekerja lewat bank, BPR, dan 350 pelaku jasa keuangan yang menjadi mitra di tingkat provinsi, kabupaten, dan kota, jadi warung perlu mencari lembaga keuangan mitra TPAKD di wilayahnya masing-masing. Sebagai jalur yang lebih cepat diakses, warung bisa langsung membuka menu Permodalan & Kredit di aplikasi MPStore untuk mencoba opsi KUR Bank Nobu atau Loan Gallery.
Apa beda KUR Bank Nobu dan Loan Gallery di menu Permodalan & Kredit MPStore?
KUR dari Bank Nobu mengarahkan pemilik warung mengisi Form Pendaftaran untuk jenis pinjaman tersebut. Loan Gallery menawarkan pilihan lebih beragam: pinjaman dengan agunan seperti BFI Finance, atau pinjaman tanpa agunan seperti Indodana, Kredit Pintar, dan Tunaiku, masing-masing dengan syarat dan ketentuan sendiri yang perlu dibaca sebelum melanjutkan.
Kenapa pemerintah mendorong warung beralih dari rentenir ke kredit formal?
Karena program Kredit/Pembiayaan Melawan Rentenir yang sudah menyalurkan sekitar Rp64,8 triliun kepada 2,3 juta debitur dirancang menawarkan bunga dan syarat yang transparan sejak awal pengajuan, berbeda dengan pinjaman informal yang sering tidak jelas perhitungan bunga dan risikonya. Dengan kredit formal, warung punya catatan pinjaman yang resmi dan bisa jadi dasar pengajuan modal usaha berikutnya.
Apakah penyaluran Rp53 triliun ini merata ke seluruh daerah di Indonesia?
TPAKD sudah terbentuk di 552 titik mulai tingkat provinsi, kabupaten, hingga kota, tetapi Go Parlement mencatat bahwa pemerataan distribusi dan keberlanjutan usaha penerima masih jadi perhatian tersendiri, bukan sekadar soal besarnya angka yang disalurkan. Warung tetap perlu mengecek sendiri ketersediaan mitra TPAKD atau mencoba jalur Permodalan & Kredit di aplikasi MPStore sebagai alternatif yang bisa diakses dari HP tanpa menunggu program sampai ke wilayahnya.




