Data terbaru Bank Indonesia yang dirilis akhir Oktober 2026 menunjukkan kredit UMKM nasional hanya tumbuh 2,7% secara tahunan (yoy) per September 2026, jauh dari target pertumbuhan 7%–9% yang dicanangkan untuk akhir tahun. Yang lebih perlu diwaspadai pemilik warung: kredit modal kerja, jenis pinjaman yang paling sering dipakai pedagang kecil untuk belanja stok harian, justru masih terkontraksi 2,6% yoy (Kontan, 28/10/2026). Bagi pemilik warung dan konter yang biasa mengandalkan modal usaha warung dari bank untuk kulakan, data ini artinya satu hal sederhana: jangan terlalu berharap kredit modal kerja dari bank akan cair dengan mudah dalam waktu dekat, jadi penting mencari jalur modal usaha alternatif sejak sekarang.
Apa yang Terjadi?
Berdasarkan laporan uang beredar (M2) Bank Indonesia yang dikutip Kontan edisi 28 Oktober 2026, total kredit UMKM per September 2026 mencapai Rp1.539,2 triliun, tumbuh 2,7% yoy — sedikit naik dari 2,3% pada Agustus. Jika dirinci per skala usaha: kredit usaha mikro Rp660,4 triliun (tumbuh 3,1% yoy, naik dari 2,6%), kredit usaha kecil Rp533,3 triliun (tumbuh 1,6% yoy, naik dari 1%), dan kredit usaha menengah Rp345,5 triliun (tumbuh 3,6% yoy, melambat dari 3,8%).
Yang menarik justru ada di jenis penggunaan kreditnya. Kredit investasi tercatat Rp520,5 triliun, tumbuh kuat 14,9% yoy dan stabil dibanding bulan sebelumnya. Sebaliknya, kredit modal kerja — senilai Rp1.018,7 triliun — masih turun 2,6% yoy, meski membaik dibanding kontraksi 3,1% pada Agustus. Artinya, perbankan masih lebih nyaman mengucurkan kredit untuk aset besar ketimbang modal kerja harian yang paling dibutuhkan usaha kecil.
Apa Artinya untuk Warung dan UMKM?
Untuk pemilik warung dan konter, pola ini punya dua implikasi langsung. Pertama, segmen usaha kecil hanya tumbuh 1,6% yoy — paling lambat di antara semua skala usaha — yang berarti warung dengan skala sedikit lebih besar dari mikro justru paling sulit mendapat tambahan kredit baru dari jalur perbankan formal. Kedua, karena kredit modal kerja secara nasional masih terkontraksi, warung yang butuh dana cepat untuk kulakan sembako, pulsa, atau stok menjelang musim ramai seperti Nataru kemungkinan akan menghadapi proses pengajuan yang lebih ketat dan lama di bank konvensional.
Kondisi ini bukan berarti tidak ada jalan. Justru ini saat yang tepat bagi warung untuk tidak menggantungkan modal usaha hanya pada satu jalur bank, dan mulai menjajal kanal pembiayaan lain yang prosesnya lebih cepat serta tidak selalu mensyaratkan agunan besar — sambil tetap merapikan catatan keuangan toko, karena jejak transaksi digital yang rapi akan membantu saat mengajukan pembiayaan di jalur mana pun.
Bagaimana Warung Dapat Modal Usaha Lewat MPStore?
Di aplikasi MPStore, pemilik warung tidak perlu menunggu proses kredit bank yang masih seret ini. Caranya: buka aplikasi MPStore, pilih menu lainnya, lalu pilih Layanan Keuangan dan masuk ke menu Permodalan & Kredit. Di menu ini tersedia dua pilihan jalur modal usaha. Pertama, KUR dari Bank Nobu, yang mengarahkan pemilik warung mengisi Form Pendaftaran secara langsung di aplikasi. Kedua, Loan Gallery, yang menyediakan pilihan pinjaman dengan agunan maupun tanpa agunan: untuk pinjaman dengan agunan tersedia BFI Finance, sementara untuk pinjaman tanpa agunan ada pilihan Indodana, Kredit Pintar, atau Tunaiku. Pemilik warung tinggal membaca syarat dan ketentuan tiap mitra, menekan tombol lanjutkan, lalu mengisi data pemohon sesuai petunjuk di aplikasi.
Supaya pengajuan modal usaha di jalur mana pun — bank, KUR, atau Loan Gallery — makin mudah disetujui, warung juga bisa memanfaatkan menu Analisis Keuangan di Kasir MPStore. Menu ini menampilkan Grafik Analisis berupa visualisasi tren pendapatan dan pengeluaran yang bisa disesuaikan berdasarkan rentang tanggal, serta Rincian Penjualan yang detail. Laporannya pun bisa diunduh langsung dari pojok kanan atas untuk dokumentasi atau dilampirkan saat mengajukan pembiayaan. Dengan begitu, sambil menunggu kredit modal kerja perbankan pulih, warung tetap punya jalur kulakan dan modal usaha yang jalan terus tanpa harus bergantung sepenuhnya pada satu bank.
Modal Kerja Bank Masih Seret? Ajukan Modal Usaha Lewat MPStore
Tak perlu menunggu proses kredit bank yang masih lambat. Lewat menu Permodalan & Kredit di MPStore, warung dan konter bisa ajukan KUR Bank Nobu atau pilih Loan Gallery sesuai kebutuhan — dengan atau tanpa agunan.
Cek Modal Usaha MPStorePertanyaan Seputar Modal Usaha dan Kredit UMKM
Berapa pertumbuhan kredit UMKM per September 2026?
Kredit UMKM tumbuh 2,7% yoy menjadi Rp1.539,2 triliun per September 2026, naik dari 2,3% pada Agustus, namun masih jauh dari target pertumbuhan tahunan 7%–9% (Kontan, 28/10/2026).
Mengapa kredit modal kerja UMKM masih terkontraksi?
Berdasarkan data Bank Indonesia, kredit modal kerja senilai Rp1.018,7 triliun masih turun 2,6% yoy per September 2026, meski membaik dibanding kontraksi 3,1% pada Agustus. Artikel sumber tidak merinci alasan spesifik di balik tren ini.
Apakah semua skala UMKM terdampak sama?
Tidak sama. Kredit usaha mikro tumbuh 3,1% yoy, usaha menengah tumbuh 3,6% yoy, sementara usaha kecil hanya tumbuh 1,6% yoy — paling lambat di antara ketiganya per data September 2026.
Bagaimana warung bisa mendapat modal usaha tanpa menunggu bank?
Warung bisa membuka menu Permodalan & Kredit di aplikasi MPStore (menu lainnya > Layanan Keuangan), lalu memilih KUR dari Bank Nobu atau Loan Gallery (dengan agunan: BFI Finance; tanpa agunan: Indodana, Kredit Pintar, Tunaiku) sesuai kebutuhan.




