Pemkab Lombok Tengah memastikan 60 UMKM binaan yang berjualan makanan di gelaran MotoGP Indonesia 2026 (9–11 Oktober) di Sirkuit Pertamina Mandalika hanya boleh mematok harga maksimal Rp30.000 per porsi, setelah keluhan harga makanan yang dianggap kemahalan di ajang sebelumnya sempat viral di media sosial (ANTARA, 7/10/2026). Buat pemilik warung dan konter di luar Mandalika, kejadian ini jadi pengingat penting: harga jual konsisten bukan cuma soal untung-rugi, tapi juga soal kepercayaan pelanggan yang bisa hancur dalam semalam kalau satu dua transaksi dengan harga tidak jelas sempat terekam dan dibagikan orang lain.
Apa yang Terjadi di MotoGP Mandalika 2026?
Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, mewajibkan 60 UMKM binaan yang mendapat fasilitasi pemerintah untuk menjual makanan dengan harga tidak lebih dari Rp30.000 selama gelaran MotoGP Indonesia 2026 berlangsung (ANTARA, 7/10/2026). Kepala Bidang Perindustrian pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Lombok Tengah, Baiq Yuliana Sapriani, mengatakan para UMKM telah sepakat menjual makanan dengan harga lebih terjangkau karena "harga makanan di UMKM tidak seperti harga di ajang MotoGP sebelumnya yang dinilai terlalu mahal bagi penonton".
Ada 30 lapak yang disediakan, masing-masing diisi 2 UMKM, dengan sekitar 4 lapak untuk produk kerajinan seperti kain songket dan sisanya untuk kuliner. Lapak-lapak ini ditempatkan di area dekat Grandstand B yang ramai penonton. Catatan pentingnya: aturan harga ini hanya berlaku untuk UMKM yang mendapat fasilitasi pemerintah hasil kurasi bersama dinas terkait dan penyelenggara MotoGP — UMKM mandiri atau penyewa lapak di luar skema itu tidak terikat batas harga tersebut, dan harganya mengikuti biaya operasional masing-masing.
Apa Artinya untuk Warung dan UMKM di Luar Mandalika?
Pelajarannya sederhana: ketika harga di satu atau dua lapak terasa tidak masuk akal bagi pembeli, yang kena getahnya sering kali bukan cuma pedagang itu saja, tapi citra UMKM secara keseluruhan di acara tersebut. Risiko yang sama bisa menimpa warung, konter, atau toko kelontong di manapun — bukan cuma saat ada event besar seperti MotoGP, tapi juga di keseharian, misalnya saat harga di label berbeda dengan harga yang dikasir-kan, atau saat karyawan yang berbeda memberi harga yang berbeda untuk barang yang sama.
Di sinilah harga jual yang konsisten dan tertera jelas jadi penting. Pembeli yang melihat harga pasti sebelum membayar cenderung lebih percaya dan tidak merasa "dikerjain", sementara pemilik warung juga terhindar dari drama di kasir atau komplain yang bisa berujung viral seperti yang sempat dialami UMKM di gelaran MotoGP sebelumnya. Soal transparansi harga ini sebenarnya makin relevan untuk warung dan UMKM yang berjualan di lokasi ramai pengunjung atau musiman — pasar malam, bazar, dekat venue acara — persis situasi yang coba diantisipasi Pemkab Lombok Tengah tahun ini.
Bagaimana Cetak Label (SKU) di Kasir MPStore Menjawab Ini?
Fitur Cetak Label (SKU) di aplikasi Kasir MPStore memungkinkan warung mencetak label harga atau barcode sendiri untuk ditempelkan langsung ke kemasan produk, sehingga harga yang terlihat pembeli dan harga yang tercatat di sistem kasir selalu sama persis — tidak ada lagi celah harga berbeda-beda tergantung siapa yang melayani.
Caranya dimulai dari menu Kasir lalu masuk ke sub-menu Stok Barang. Di sana, setiap produk diberi kode SKU/Barcode — bisa diisi manual kalau produk sudah punya barcode bawaan, atau pakai tombol Random Generated kalau warung belum punya barcode sama sekali sehingga sistem otomatis membuatkan kode unik. Setelah kode tersimpan, buka ikon titik tiga di halaman Stok Barang dan pilih menu Cetak Label, lalu pilih produk yang mau dicetak labelnya. Pada halaman Setting Cetak Label, pemilik warung bisa melihat pratinjau label, mengatur ukuran, memilih menampilkan atau menyembunyikan harga, dan mengatur jumlah lembar sebelum dicetak lewat printer sticker thermal via Bluetooth atau USB.
Supaya harga yang tercetak memang harga yang benar, langkah ini sebaiknya dimulai lebih dulu dari menu Upload Produk, di mana pemilik warung mengisi harga modal dan harga jual untuk tiap barang, termasuk mengatur multi harga kalau ada harga khusus untuk promo atau pembelian grosir. Setelah label terpasang di rak atau etalase, kasir tinggal melakukan scan saat transaksi dan sistem langsung mengenali produk beserta harganya dalam hitungan detik — jadi tidak ada lagi alasan "lupa harga" yang bisa memicu komplain pelanggan. Pemilik warung yang ingin memantau apakah harga jual yang ditetapkan masih sehat untuk margin juga bisa mengeceknya lewat Analisa Keuangan di aplikasi yang sama, dilengkapi grafik tren pendapatan dan rincian penjualan per rentang tanggal.
Pasang Harga Jelas, Hindari Komplain Pelanggan
Cetak label harga sendiri dan catat transaksi lebih rapi dengan Kasir MPStore — harga yang terlihat pembeli selalu sama dengan harga di sistem.
Pertanyaan Seputar Harga dan Kasir Warung
Apakah fitur Cetak Label di Kasir MPStore bisa dipakai tanpa barcode bawaan dari produk?
Bisa. Kalau produk belum punya barcode dari pabrik, pemilik warung tinggal pakai tombol Random Generated di halaman Stok Barang dan sistem akan membuatkan kode SKU unik secara otomatis, sehingga label harga tetap bisa dicetak dan ditempel ke kemasan.
Bagaimana caranya supaya semua karyawan kasir memakai harga yang sama untuk barang yang sama?
Harga jual tiap produk diisi sekali di menu Upload Produk pada Stok Barang, lalu tersimpan di sistem dan otomatis muncul setiap kali produk di-scan atau dipilih saat Catat Transaksi — jadi karyawan tidak perlu mengira-ngira harga sendiri, dan pemilik warung bisa memantau siapa yang melayani transaksi lewat Log Aktifitas Kasir.
Apakah label harga bisa disembunyikan untuk produk tertentu, misalnya saat ada promo?
Bisa. Saat berada di halaman Setting Cetak Label, pemilik warung dapat memilih untuk menampilkan atau menyembunyikan harga pada label sebelum dicetak, sesuai kebutuhan masing-masing produk.
Apakah fitur ini hanya cocok untuk warung yang jualan makanan seperti UMKM di MotoGP Mandalika?
Tidak. Cetak Label (SKU) berlaku untuk semua jenis produk fisik yang dijual lewat Kasir MPStore, baik warung sembako, toko kelontong, konter, maupun pedagang kuliner — intinya setiap usaha yang ingin harga di rak sama persis dengan harga yang dibayar pembeli di kasir.




