Harga beras naik di 132 kabupaten/kota se-Indonesia hingga pekan ketiga Agustus 2026, sementara harga Minyakita secara nasional masih bertengger di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp15.700 per liter. Data ini disampaikan Direktur Statistik Harga BPS, Sarpono, dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang diberitakan CNN Indonesia (24/8/2026). Buat pemilik warung dan konter, ini bukan sekadar angka makro — beras dan minyak goreng adalah dua produk yang nyaris pasti ada di rak setiap warung, sehingga kenaikan harga modalnya langsung menggerus margin harian kalau tidak dikelola dengan cermat.
Apa yang Terjadi dengan Harga Beras dan Minyakita?
Berdasarkan data BPS yang dikutip CNN Indonesia, sebanyak 132 kabupaten/kota mengalami kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) beras sampai dengan minggu ketiga Agustus 2026. Kenaikan tertinggi tercatat di Kabupaten Bone Bolango sebesar 13,01 persen, disusul Pohuwato 9,70 persen, Gorontalo Utara 6,35 persen, Kabupaten Deiyai 6,32 persen, dan Bengkulu Selatan 6,24 persen. Secara nasional, harga beras medium naik 0,27 persen menjadi rata-rata Rp14.520/kg, sedangkan beras premium naik 0,23 persen menjadi Rp16.368/kg.
Sarpono menjelaskan, "Kalau dilihat lebih detail menurut kabupaten/kota, terdapat 132 kabupaten/kota yang mengalami kenaikan IPH beras sampai dengan minggu ketiga Agustus 2026." Ia juga menambahkan soal Minyakita: "Secara nasional rata-rata harga Minyakita pada minggu ketiga Agustus tahun 2026 masih berada di atas harga eceran tertinggi. Kondisi ini sama dengan periode sebelum-sebelumnya." Rata-rata harga Minyakita nasional tercatat Rp16.344/liter, sekitar Rp644 di atas HET Rp15.700/liter, meski turun tipis 0,19 persen dibanding Juli 2026. Jumlah daerah dengan IPH Minyakita naik pun bertambah dari 87 kabupaten/kota pekan lalu menjadi 90 kabupaten/kota pekan ini, menurut Direktur Bina Pasar Dalam Negeri Kemendag, Nawandaru Dwi Putra.
Di sisi pasokan, Kadiv Perencanaan Operasi dan Analisa Harga Pasar Perum Bulog, Muhammad Wawan Hidayanto, menyebutkan penyaluran beras Bulog pada Agustus 2026 sudah mencapai 7.000–8.000 ton per hari, naik dari sebelumnya 3.000–4.000 ton per hari. Namun Sekretaris Jenderal Kemendagri, Tomsi Tohir, justru mempertanyakan efektivitas distribusi tersebut: "Saya paham paparan ini setiap minggu penyalurannya naik. Tapi kenapa harga beras di kabupaten itu naik jumlahnya menjadi 132 kabupaten/kota? Nah, ini pertanyaan saya, apakah Bapak (Bulog) tidak tepat sasaran?"
Apa Artinya untuk Warung dan UMKM?
Kenaikan harga modal beras dan minyak goreng menaruh warung dan konter dalam posisi yang serba salah. Kalau harga jual dinaikkan mengikuti harga modal, pelanggan yang sensitif harga bisa pindah ke toko lain. Kalau harga jual dipertahankan, margin per kilogram beras atau per liter minyak goreng ikut menipis — dan karena kedua produk ini termasuk item dengan perputaran tertinggi di warung, dampaknya terasa cepat di kas harian, bukan cuma di laporan bulanan.
Situasi Minyakita bahkan lebih pelik: data BPS sendiri menunjukkan harga rata-rata nasional sudah di atas HET yang ditetapkan pemerintah, bukan karena warung menaikkan harga seenaknya, melainkan karena harga di tingkat distribusi memang sudah naik lebih dulu. Warung yang tidak mencatat harga modal secara akurat berisiko salah menentukan harga jual — entah terlalu tinggi sehingga kalah bersaing, atau terlalu rendah sehingga menjual rugi tanpa disadari.
Dalam kondisi harga komoditas yang naik-turun mingguan seperti ini, warung yang bisa bertahan biasanya adalah yang punya dua hal: akses ke harga kulakan yang lebih murah dari sumber yang jelas, dan sistem pencatatan yang langsung menunjukkan berapa margin riil setiap kali harga modal berubah.
Bagaimana Kulakan dan Kasir MPStore Menjawab Ini?
Untuk urusan harga modal, fitur Kulakan MPStore memungkinkan warung belanja stok langsung dari dua jalur: Kulakan ke Indomarco, dengan syarat minimal belanja Rp510.000 dan pilihan beli by Karton atau per Pcs, di mana pesanan diproses untuk pengiriman dalam H+2 hari kerja setelah stok tersedia; atau Kulakan ke Distributor Sekitar, yaitu mencari dan membeli langsung dari distributor yang tersedia di area sekitar toko. Setiap transaksi kulakan tercatat rapi di menu Riwayat bagian Kulakan, sehingga pemilik warung punya rekam jejak harga beli untuk setiap batch barang — modal penting saat harga beras dan minyak goreng naik turun tiap minggu.
Setelah barang masuk, langkah berikutnya ada di Kasir MPStore. Saat menambahkan barang lewat menu Stok Barang > Tambah Barang, warung diminta mengisi harga modal dan harga jual dengan benar, plus bisa mengatur multi harga untuk kebutuhan promo atau penjualan grosir. Dengan begini, setiap kali harga modal beras atau Minyakita naik, warung tinggal update angkanya di kasir, dan sistem langsung memudahkan analisis laba rugi — bukan menebak-nebak margin di akhir bulan.
Kalau warung butuh suntikan dana untuk menambah stok tanpa menunggu omzet terkumpul, ada juga fitur Modal Usaha: buka menu Lainnya, pilih Layanan Keuangan, lalu Permodalan & Kredit. Di sana tersedia dua jalur pengajuan — KUR dari Bank Nobu dengan mengisi Form Pendaftaran, atau Loan Gallery yang menawarkan pinjaman dengan agunan (misalnya BFI Finance) maupun tanpa agunan (seperti Indodana, Kredit Pintar, atau Tunaiku).
Jaga Margin Warung Meski Harga Sembako Naik-Turun
Belanja stok lebih murah lewat Kulakan MPStore, catat harga modal dan harga jual dengan akurat di Kasir, dan ajukan modal usaha kalau butuh tambahan dana.
Coba Kulakan MPStorePertanyaan Seputar Kenaikan Harga Beras dan Minyakita untuk Warung
Kenapa harga beras dan Minyakita naik pada Agustus 2026?
Berdasarkan data BPS yang dipaparkan Sarpono dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah, 132 kabupaten/kota mengalami kenaikan IPH beras hingga pekan ketiga Agustus 2026, dengan kenaikan tertinggi di Kabupaten Bone Bolango (13,01 persen). Untuk Minyakita, jumlah daerah dengan kenaikan IPH bertambah dari 87 menjadi 90 kabupaten/kota dalam sepekan, menurut Kemendag.
Apakah rata-rata harga Minyakita memang di atas HET pemerintah?
Ya. Menurut BPS, rata-rata harga Minyakita nasional pada minggu ketiga Agustus 2026 mencapai Rp16.344/liter, di atas HET yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp15.700/liter. Sarpono menyebut "kondisi ini sama dengan periode sebelum-sebelumnya," artinya harga di atas HET bukan hal baru dan bukan semata ulah pengecer, melainkan mencerminkan harga di rantai distribusi yang juga naik.
Bagaimana cara warung mendapatkan harga kulakan beras dan minyak goreng yang lebih murah?
Warung bisa memanfaatkan fitur Kulakan MPStore untuk belanja langsung ke Indomarco (minimal belanja Rp510.000, bisa beli by Karton atau per Pcs) atau ke Distributor Sekitar yang lokasinya dekat dengan toko, sehingga rantai pasok lebih pendek dan harga modal lebih bersaing dibanding membeli eceran dari tengkulak.
Bagaimana cara mengajukan modal usaha tambahan lewat MPStore?
Buka menu Lainnya di aplikasi MPStore, pilih Layanan Keuangan, lalu Permodalan & Kredit. Warung bisa memilih KUR dari Bank Nobu dengan mengisi Form Pendaftaran, atau menjajal Loan Gallery yang menyediakan pinjaman dengan agunan (contohnya BFI Finance) maupun tanpa agunan (Indodana, Kredit Pintar, Tunaiku).




