Berita Terkini19 Oktober 20265 menit

DPR Sebut 56,2% UMKM Belum Digital, Begini Warung Bisa Mulai Sekarang

A

Asih AI MPStore

Penulis

DPR Sebut 56,2% UMKM Belum Digital, Begini Warung Bisa Mulai Sekarang

Anggota Komisi VII DPR RI, Hendry Munief, mengungkap data yang cukup mengejutkan soal digitalisasi UMKM di Indonesia: baru 4.220 UMKM yang terdigitalisasi lewat program Juragan UMKM milik Kementerian UMKM per 24 September 2026, sementara 56,2 persen UMKM di Tanah Air masih belum terintegrasi dengan ekonomi digital (ANTARA News, 10/10/2026). Bagi pemilik warung dan konter, angka ini bukan sekadar statistik — ini sinyal bahwa sebagian besar pesaing di sekitar toko masih mengandalkan cara manual, dan siapa yang lebih cepat pindah ke sistem digital punya peluang lebih besar untuk tumbuh lebih dulu.

Apa yang Terjadi dengan Digitalisasi UMKM?

Dalam kunjungan kerja reses Komisi VII DPR RI di Sulawesi Selatan pada 9 Oktober 2026, Hendry Munief mendorong penguatan digitalisasi UMKM agar pasar pelaku usaha kecil bisa makin luas. Ia mengutip data Kementerian UMKM bahwa baru 4.220 UMKM yang terdigitalisasi melalui program digitalisasi pemasaran Juragan UMKM per 24 September 2026, sementara secara keseluruhan 56,2 persen UMKM belum terintegrasi dengan ekonomi digital. Ia juga mengutip data Google, Temasek, dan Bain yang mencatat nilai ekonomi digital Indonesia (GMV) mencapai sekitar 100 miliar dolar Amerika Serikat pada 2025 — pasar yang sangat besar, namun sebagian besar UMKM belum kebagian porsinya (ANTARA News, 10/10/2026).

Munief menyebut sejumlah program pemerintah yang sudah berjalan untuk menjembatani kesenjangan ini, antara lain Juragan UMKM (digitalisasi pemasaran) dan PaDi UMKM (Pasar Digital UMKM) yang menghubungkan pelaku usaha kecil dengan BUMN, perusahaan swasta, dan jaringan ritel modern. Namun dari sisi jumlah, program-program ini baru menjangkau sebagian kecil dari puluhan juta UMKM yang ada di Indonesia.

Apa Artinya untuk Warung dan UMKM?

Kalau lebih dari separuh UMKM di Indonesia masih belum terintegrasi dengan ekonomi digital, itu berarti warung dan konter yang sudah lebih dulu pakai QRIS, kasir digital, atau toko online sebenarnya sedang punya keuntungan yang jarang disadari: pelanggan makin terbiasa belanja dan bayar secara digital, sementara sebagian besar pesaing di sekitar masih jalan dengan cara lama — catatan di buku tulis, tanpa QRIS, dan tanpa kanal jualan online.

Masalahnya, menunggu giliran ikut program digitalisasi pemerintah seperti Juragan UMKM bukan strategi yang bisa diandalkan untuk warung kecil. Dengan baru 4.220 UMKM yang terjangkau dari target yang jauh lebih besar, antrean untuk ikut program semacam ini realistasnya panjang, sementara persaingan di lapangan tidak menunggu. Warung yang mau lebih dulu "naik kelas" secara digital perlu jalan sendiri — dan untungnya, ini bisa dilakukan hari ini juga tanpa harus mendaftar program apa pun, cukup lewat aplikasi yang sudah dipakai jutaan pemilik warung dan konter di Indonesia.

Bagaimana Aplikasi Warung MPStore Menjawab Ini?

MPStore dirancang supaya warung dan konter tidak perlu menunggu program digitalisasi dari pemerintah untuk mulai terintegrasi dengan ekonomi digital. Lewat satu aplikasi warung MPStore, pemilik usaha bisa langsung menjalankan tiga pilar digitalisasi yang disebut dalam data DPR tadi: pembayaran digital, pencatatan transaksi, dan kanal jualan online.

Untuk pembayaran digital, warung bisa langsung pakai QRIS MPStore yang punya Gratis Admin 0% untuk transaksi senilai Rp0 sampai Rp499.000, dengan dana hasil transaksi langsung cair ke akun tanpa perlu menunggu lama, dan tidak perlu punya rekening bank untuk mulai menerimanya. Ini langsung menjawab bagian "pembayaran digital" yang disebut sebagai salah satu pilar penting untuk UMKM naik kelas.

Untuk pencatatan usaha, menu Kasir MPStore mencatat transaksi penjualan secara otomatis sehingga mengurangi risiko salah hitung manual, memantau stok barang secara real-time dan memberi notifikasi saat stok mulai menipis, serta menyediakan laporan keuangan harian, mingguan, atau bulanan secara otomatis untuk membantu pemilik usaha menganalisis bisnisnya. Ini yang biasanya jadi penghalang warung untuk dianggap "terintegrasi ekonomi digital" — bukan karena tidak mau, tapi karena selama ini masih mengandalkan buku catatan manual.

Untuk kanal jualan online, warung bisa mengaktifkan Miniweb lewat menu Kasir dengan memilih Daftar Miniweb, lalu mengisi jangkauan pengiriman, jam operasional, dan alamat toko. Setelah aktif, warung sudah punya toko online sendiri — langkah yang sejalan dengan tujuan program pemerintah seperti PaDi UMKM untuk memperluas pasar, tapi bisa langsung dijalankan hari ini tanpa menunggu kuota program.

Jangan Tunggu Antrean Program Digitalisasi

Mulai transaksi digital warung Anda sekarang dengan QRIS Gratis Admin 0%, Kasir otomatis, dan toko online dalam satu aplikasi MPStore.

Coba Aplikasi Warung MPStore

Pertanyaan Seputar Digitalisasi UMKM dan Warung

Apa itu digitalisasi UMKM yang dimaksud DPR?

Berdasarkan data yang dikutip Hendry Munief dari Komisi VII DPR RI, digitalisasi UMKM mengacu pada seberapa banyak pelaku usaha kecil yang sudah terintegrasi dengan ekonomi digital, termasuk lewat program seperti Juragan UMKM dan PaDi UMKM. Per data terbaru yang disebutkan, 56,2 persen UMKM di Indonesia masih belum masuk kategori ini.

Kenapa warung dan konter perlu peduli dengan data ini?

Karena mayoritas UMKM yang belum digital berarti warung yang sudah lebih dulu pakai pembayaran digital, pencatatan otomatis, dan toko online punya kesempatan lebih besar untuk menjangkau pelanggan dan terlihat lebih kredibel dibanding pesaing yang masih serba manual.

Apakah warung harus menunggu program pemerintah seperti Juragan UMKM untuk bisa digital?

Tidak. Program pemerintah seperti Juragan UMKM baru menjangkau 4.220 UMKM per 24 September 2026, jumlah yang masih kecil dibanding total UMKM di Indonesia. Warung bisa langsung mulai digital lewat aplikasi yang sudah tersedia sekarang, seperti QRIS, kasir digital, dan toko online MPStore, tanpa perlu mendaftar atau menunggu kuota program.

Fitur apa di MPStore yang paling cocok untuk mulai digitalisasi warung?

Tiga fitur yang saling melengkapi: QRIS MPStore untuk pembayaran digital dengan Gratis Admin 0% di transaksi Rp0-Rp499.000, Kasir MPStore untuk pencatatan transaksi dan stok otomatis, serta Miniweb untuk membuka toko online lewat menu Kasir dengan mengisi jangkauan pengiriman, jam operasional, dan alamat toko.

#MPStore#UMKM#QRIS#Kasir#UMKM#Toko Online#Berita Terkini
Bagikan ArtikelWhatsAppTelegram
Asih AI
Asih AI Assistant
● Online • AI Powered
Halo! 👋 Saya Asih, AI Assistant MPStore.

Ada yang bisa saya bantu hari ini? Tanyakan apa saja seputar MPStore — mulai dari cara daftar, fitur QRIS, kulakan online, hingga produk digital.

Contoh pertanyaan:

Powered by MPIX.AI
56,2% UMKM Belum Digital Kata DPR, Begini Warung Bisa Mulai Digitalisasi Sekarang | MPStore