Festival Indonesia Timur bertema "Katong Semua Basudara" resmi digelar di Food Garden, Jakarta Garden City (JGC), Cakung, Jakarta Timur, mulai 28 Oktober hingga 1 November 2026, dengan melibatkan 60 pelaku UMKM yang menjajakan kuliner Nusantara (ANTARA News). Bagi pemilik warung dan UMKM yang biasa ikut bazaar atau festival serupa, momen seperti ini adalah kesempatan jualan yang besar tapi juga singkat — dan kesiapan menerima pembayaran digital sering jadi penentu apakah omzet di lokasi event benar-benar maksimal atau malah bocor karena pembeli tak bawa uang tunai.
Apa yang Terjadi di Festival Indonesia Timur?
Festival Indonesia Timur berlangsung selama lima hari di kawasan JGC yang dikembangkan sebagai township terpadu seluas sekitar 370 hektare, lengkap dengan area hunian, komersial, ruang terbuka hijau, dan fasilitas pendukung lainnya. Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin, menyebut festival ini memberi kesempatan bagi UMKM untuk "memperkenalkan produk, memperluas pasar, serta meningkatkan daya saing usahanya," sementara Presiden Komisaris PT Modernland Realty Tbk, Dharma Mitra, menyampaikan kesiapan JGC menjadi lokasi event rutin yang menggabungkan budaya, kuliner, musik, dan aktivitas komunitas (ANTARA News). Enam puluh UMKM kuliner Nusantara ambil bagian, menjadikan festival ini salah satu ajang bazaar UMKM terbesar di Jakarta Timur pekan ini, sekaligus jadi etalase kuliner daerah yang menghubungkan kekayaan budaya dengan ekonomi lokal.
Apa Artinya untuk Warung dan UMKM yang Ikut Bazaar atau Festival?
Ikut bazaar atau festival berarti berjualan di luar toko tetap, biasanya hanya untuk beberapa hari, dengan arus pengunjung yang padat dalam waktu singkat. Di situasi seperti ini, dua masalah klasik sering muncul: pembeli yang tidak membawa uang tunai akhirnya batal beli, dan lokasi outdoor atau tenda bazaar yang jaringan WiFi-nya tidak stabil membuat alat pembayaran digital konvensional sulit diandalkan. Bagi pelaku UMKM kuliner seperti yang mengikuti Festival Indonesia Timur, kedua hal ini langsung berdampak ke omzet harian selama lima hari event — jauh lebih terasa dibanding di warung tetap yang punya pelanggan rutin dan waktu jualan lebih panjang.
Ada juga tantangan pencatatan: berjualan di banyak titik atau pindah lokasi dari satu event ke event lain membuat pemilik usaha sulit memantau transaksi secara langsung kalau hanya mengandalkan catatan manual. Pedagang yang punya cara memantau transaksi dari jarak jauh selama event berlangsung biasanya lebih tenang menghitung hasil jualan begitu festival selesai, dibanding yang baru menghitung ulang semua nota setelah lima hari berjualan.
Bagaimana QRIS Soundbox MPStore Menjawab Ini?
MPStore menyediakan QRIS dengan Gratis Admin 0% untuk transaksi dengan nominal Rp0 sampai Rp499.000, dan hasil transaksinya langsung cair ke akun tanpa perlu menunggu lama — cocok untuk pedagang bazaar yang transaksinya umumnya di kisaran nominal tersebut dan butuh perputaran uang cepat selama event berlangsung. QRIS MPStore juga tidak mengharuskan pedagang memiliki rekening bank, sehingga pelaku UMKM yang baru mulai berjualan digital tetap bisa menerima pembayaran nontunai.
Untuk kebutuhan di lokasi bazaar yang jaringannya tidak selalu stabil, perangkat Sound Box MPStore bisa disambungkan melalui WiFi maupun jaringan simcard (GSM), jadi pedagang tidak harus tergantung pada WiFi lokasi event. Setiap pembayaran QRIS yang masuk langsung dikonfirmasi lewat notifikasi suara dari Sound Box, sehingga pedagang tetap bisa memastikan pembayaran sukses meski suasana bazaar ramai dan bising. Pelaku UMKM yang berencana ikut festival berikutnya disarankan mendaftarkan QRIS gratis untuk warung dan UMKM lebih awal, karena proses pembuatan QRIS memakan waktu sekitar 4-7 hari sebelum bisa dipakai transaksi.
Soal pencatatan selama event berlangsung, MPStore juga menyediakan notifikasi WhatsApp setiap ada transaksi QRIS yang masuk, dengan biaya Rp30.000 per bulan dan uji coba gratis 7 hari untuk pengguna baru. Dengan notifikasi ini, pemilik usaha yang menitipkan jualan ke karyawan selama lima hari festival tetap bisa memantau setiap transaksi yang masuk langsung dari ponsel, tanpa harus berdiri terus di booth.
Mau Ikut Bazaar atau Festival Berikutnya? Siapkan Pembayaran Digitalnya Dulu
Pasang QRIS gratis dan lengkapi dengan Sound Box MPStore, biar transaksi di lokasi event tetap lancar meski WiFi tidak stabil.
Lihat Sound Box MPStorePengalaman menyiapkan pembayaran digital untuk event bazaar ini juga sudah dirasakan pedagang di pasar tradisional di Bali yang kebagian QRIS Soundbox gratis, dan pedagang pasar di Batam yang diajari BCA dan BI memakai QRIS lewat program yang diulas dalam artikel BCA dan BI ajari pedagang pasar Batam pakai QRIS. Pola yang sama berlaku untuk UMKM kuliner yang ikut Festival Indonesia Timur: begitu pembayaran digital siap, pedagang bisa fokus melayani pembeli tanpa khawatir kehilangan penjualan karena pembeli tidak bawa uang pas.
Pertanyaan Seputar Pembayaran Digital untuk Bazaar dan Festival UMKM
Apakah QRIS MPStore kena biaya admin saat dipakai di bazaar?
Tidak, selama nominal transaksinya Rp0 sampai Rp499.000, QRIS MPStore gratis admin 0% sehingga hasil penjualan di bazaar tidak terpotong biaya.
Apakah Sound Box MPStore butuh WiFi di lokasi festival?
Tidak harus. Sound Box MPStore bisa disambungkan lewat WiFi atau lewat jaringan simcard (GSM), jadi tetap bisa dipakai di lokasi bazaar yang jaringan WiFi-nya tidak stabil.
Berapa lama proses pembuatan QRIS sebelum bisa dipakai jualan di bazaar?
Proses pembuatan QRIS di MPStore memakan waktu sekitar 4-7 hari, jadi sebaiknya didaftarkan lebih dulu sebelum tanggal event agar sudah aktif saat bazaar berlangsung.
Apakah pedagang UMKM tanpa rekening bank tetap bisa pakai QRIS di bazaar?
Bisa. QRIS MPStore tidak mengharuskan pedagang memiliki rekening bank, sehingga pelaku UMKM yang baru mulai berjualan digital tetap bisa menerima pembayaran nontunai dari pembeli.




