Berbagai inisiatif, mulai dari dukungan Pertamina hingga ekspor terasi, memberi peluang bagi pedagang kecil untuk memperluas jaringan, mengakses pembiayaan, dan meningkatkan penjualan lewat platform MPStore.
PT Pertamina (Persero) memperkuat program pembinaan UMKM sebagai bagian dari upaya menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Program ini mencakup pelatihan, penyediaan bahan baku, serta akses pasar yang lebih luas bagi usaha mikro, kecil, dan menengah di seluruh Indonesia.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperluas akses pembiayaan bagi UMKM dan petani melalui 552 Tempat Penyaluran Alat Kredit Digital (TPAKD). Skema ini dirancang untuk mempermudah pencairan kredit, menurunkan biaya pinjaman, dan mendukung pemerataan ekonomi di daerah‑daerah terpencil.
Beberapa UMKM lokal, seperti produsen batik dan kerajinan kulit, berhasil menembus pasar global dengan memanfaatkan platform digital. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa produk tradisional Indonesia memiliki daya tarik internasional bila dipasarkan secara tepat.
Menteri Zulkifli Hasan baru‑baru ini melepas ekspor perdana 40 ton terasi udang rebon dari Asahan ke Thailand senilai sekitar Rp 230 juta, membuka peluang pasar ekspor bagi produsen makanan tradisional. Keberhasilan ekspor ini menandakan adanya permintaan luar negeri yang signifikan terhadap produk UMKM.
Acara konser internasional seperti Kanye West di Jakarta menarik wisatawan asing yang berbondong‑bondong mencari oleh‑oleh di pasar tradisional, termasuk Pasar Santa. Fenomena ini meningkatkan penjualan produk UMKM kepada konsumen asing dan memperluas eksposur merek lokal.
Bagi mitra warung MPStore, tren‑tren tersebut dapat dimanfaatkan melalui integrasi aplikasi MPStore. Dengan fitur QRIS, transfer saldo, dan layanan logistik, pedagang dapat menerima pembayaran digital, mengakses program pembiayaan OJK, serta menjual produk UMKM yang kini diminati pasar internasional.