Penyaluran KUR mencapai Rp260 triliun hingga 21 Oktober 2026, pemerintah targetkan Rp400 triliun pada 2027, membuka akses modal bagi UMKM yang beralih ke platform digital seperti MPStore.
Pemerintah melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) terus memperluas pembiayaan untuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Hingga 21 Oktober 2026, total penyaluran telah mencapai sekitar Rp260 triliun, mencakup ribuan pelaku usaha, termasuk pedagang pasar tradisional yang kini mulai mengembangkan usahanya secara lebih modern.
Akses kredit menjadi faktor penting bagi warung, toko kelontong, dan pedagang kecil untuk menambah stok barang, memperluas variasi produk, serta mengadopsi teknologi digital. Dengan dana tambahan, mereka dapat beralih ke sistem pembayaran non‑tunai, meningkatkan efisiensi operasional, dan menarik konsumen yang lebih muda yang mengutamakan kemudahan transaksi.
Pemerintah menargetkan penambahan kredit UMKM hingga Rp400 triliun pada tahun 2027. Angka ini menandakan adanya peluang dana yang lebih besar bagi pedagang yang ingin mengintegrasikan layanan digital, seperti aplikasi MPStore, untuk mengelola penjualan, stok, dan pembayaran secara terpusat.
Sementara itu, tren digitalisasi pasar rakyat mempercepat kebutuhan modal cepat dan fleksibel. MPStore dapat menjadi jembatan antara pedagang dan sumber pembiayaan, sekaligus menyediakan fasilitas pembayaran QRIS dan tarik tunai, sehingga warung dapat memanfaatkan dana KUR secara lebih efektif dan meningkatkan daya saing di pasar yang semakin kompetitif.