Presiden AS Donald Trump menegaskan bahwa Beijing dan Moskow tidak akan membantu Iran melawan Amerika Serikat dan Israel, memicu spekulasi pasar energi global yang dapat memengaruhi nilai tukar rupiah, indeks saham, serta harga barang di warung.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali menegaskan pada pekan ini bahwa China dan Rusia tidak akan memberikan dukungan kepada Iran dalam konflik melawan Amerika Serikat dan Israel. Pernyataan tersebut disampaikan dalam sebuah wawancara yang kemudian diliput oleh empat media utama, yakni iNews, CNBC Indonesia, Detik News, dan Antara News.
Kata-kata Trump menambah ketidakpastian di pasar energi dunia. Jika Iran tidak memperoleh bantuan logistik atau keuangan dari dua negara terbesar produsen energi non‑OPEC, ekspektasi pasokan minyak dari kawasan Timur Tengah dapat menurun. Pada hari berikutnya, harga minyak mentah Brent naik sekitar 1,8 % menjadi US$84 per barel, sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate naik 2,0 % menjadi US$80 per barel. Kenaikan harga minyak biasanya menekan nilai tukar rupiah karena Indonesia masih menjadi importir minyak bersih; pada saat itu, kurs USD/IDR melemah 0,4 % menjadi Rp15.730 per dolar.
Kenaikan harga minyak juga berimbas pada IHSG, terutama saham-saham sektor energi, transportasi, dan konsumer yang sensitif terhadap biaya bahan bakar. Pada sesi perdagangan Selasa, indeks utama Bursa Efek Indonesia (IHSG) turun 0,6 % karena tekanan pada saham-saham konsumer, sementara saham perusahaan energi naik 1,2 %. Bagi mitra warung dan UMKM, biaya transportasi barang naik dapat diteruskan ke konsumen, sehingga harga kebutuhan pokok di warung berpotensi naik 0,5‑1 % dalam beberapa minggu ke depan. Hal ini menambah beban biaya operasional bagi pedagang kecil yang sudah berjuang menekan margin.
Meskipun demikian, pemerintah Indonesia terus memantau situasi geopolitik dan berupaya menstabilkan pasokan energi melalui diversifikasi sumber dan penambahan cadangan strategis. Investor dan pelaku usaha disarankan untuk tetap waspada terhadap fluktuasi harga minyak dan dampaknya pada rupiah serta pasar saham. Bukan rekomendasi investasi.