Jenderal Suyudi Ario Seto menerima Panji Tribrata, menandai pergantian kepemimpinan Polri.
Jenderal Suyudi Ario Seto, lulusan Akademi Militer dengan pengalaman lebih dari tiga dekade di kepolisian, sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kapolri bidang Operasi. Ia dikenal karena keberhasilannya dalam penanggulangan terorisme dan operasi keamanan perkotaan, yang menjadi modal utama dalam memimpin institusi kepolisian yang kini menghadapi tantangan baru.
Dalam sambutannya, Kapolri baru menekankan tiga prioritas utama: memperkuat intelijen kriminal, memperluas jaringan polisi komunitas, dan mempercepat penyelesaian kasus korupsi internal. Ia juga mengumumkan penambahan 5.000 personel khusus untuk patroli intensif di wilayah dengan tingkat kejahatan tinggi, termasuk pasar tradisional dan kawasan industri yang menjadi pusat aktivitas UMKM.
Presiden Prabowo menekankan bahwa keamanan yang terjamin merupakan prasyarat penting bagi pertumbuhan ekonomi mikro. Menurut data Kementerian Koperasi dan UKM, sektor warung dan pedagang kaki lima menyumbang sekitar 12% dari PDB nasional. Penurunan tingkat kejahatan di sektor ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan rata-rata pedagang hingga 8% dalam satu tahun ke depan.
Kapolri Suyudi juga mengumumkan program "Polri Peduli" yang akan menempatkan unit polisi komunitas di setiap kecamatan, dengan fokus pada mediasi sengketa dagang, pencegahan pemerasan, dan penanganan cepat atas laporan pencurian. Inisiatif ini diharapkan memberi rasa aman bagi pemilik warung, toko kelontong, dan pedagang pasar tradisional.
Bagi investor, kepemimpinan baru di Polri memberikan sinyal positif terkait penegakan hukum yang konsisten. Stabilitas keamanan menjadi faktor kunci dalam menilai kelayakan investasi di sektor ritel, distribusi barang konsumen, dan logistik. Dengan kebijakan keamanan yang lebih proaktif, risiko operasional bagi investor dapat diminimalkan.