Berbagai inisiatif terbaru, mulai dari regulasi depo pelabuhan hingga pembiayaan KUR, membuka ruang pertumbuhan bagi UMKM dan memberi manfaat langsung bagi mitra warung MPStore.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan perlunya mengurangi dominasi perusahaan asing di sektor depo pelabuhan dan mengutamakan peran UMKM Indonesia. Kebijakan ini diharapkan membuka ruang bagi pelaku usaha kecil untuk mengakses fasilitas logistik yang selama ini didominasi pemain luar negeri.
Di sisi lain, program binaan Pertamina menunjukkan dampak konkret. Selama Semester I 2026, UMKM yang tergabung dalam jaringan Pertamina mencatat omzet total sebesar Rp 8,57 miliar, berkat bantuan modal, pelatihan, dan sertifikasi yang mempermudah mereka memasuki pasar nasional.
Pendanaan menjadi pendorong utama pertumbuhan. Bank Mandiri telah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada 56 ribu UMKM, memungkinkan mereka naik kelas usaha. Sementara Bank Rakyat Indonesia menargetkan pencapaian 5 ribu desa dan 17,3 juta pelaku UMKM dengan pembiayaan berkelanjutan hingga 2026.
Regulasi juga semakin ramah UMKM. Kementerian UMKM akan meluncurkan sistem Single Sign On pada aplikasi SAPA UMKM, memudahkan 57 juta pelaku usaha mengurus izin BPOM, sertifikat halal, dan perizinan lainnya dalam satu platform. Selain itu, pemerintah berencana memotong biaya layanan e‑commerce sebesar 50 % untuk penjual UMKM, dan menunda penerapan pajak atas pedagang online hingga pertumbuhan ekonomi mencapai 6 %.
Bagi mitra warung dan pedagang yang tergabung dalam MPStore, rangkaian kebijakan ini berarti akses lebih mudah ke modal, proses perizinan yang lebih cepat, serta biaya penjualan online yang lebih rendah. Dengan dukungan digitalisasi dan pembiayaan yang meluas, warung dapat memperluas jangkauan produk, meningkatkan daya saing, dan memanfaatkan platform MPStore untuk menjual secara online tanpa beban administrasi yang berat.