Berbagai inisiatif mulai dari pelatihan tata rias, meningkatnya minat Gen Z pada koperasi, hingga pemanfaatan platform digital oleh UMKM kuliner, memberikan peluang kerja, pendanaan, dan pasar baru bagi pedagang MPStore.
Puluhan peserta baru‑belajar tata rias di Pusat Pelatihan Keterampilan Dasar (PPKD) Jakarta Pusat. Pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan kompetensi sehingga peserta dapat bersaing di dunia kerja atau memulai usaha jasa rias secara mandiri.
Menteri Koordinator Perekonomian Ferry Juliantono menegaskan bahwa generasi Z dan milenial semakin tertarik bergabung dengan koperasi, termasuk Koperasi Konten Kreator dan Koperasi Daur Karya Mitra Pedagang (KDKMP). Koperasi menjadi alternatif pengembangan diri dan sumber pendapatan bagi mereka yang ingin berwirausaha secara kolektif.
Para pelaku UMKM kuliner khas Betawi di Jakarta Utara kini memanfaatkan platform digital untuk memperluas jangkauan pasar. Dengan mengunggah produk secara online, mereka berhasil meningkatkan penjualan dan menjangkau konsumen di luar wilayah tradisional mereka.
Di Sumenep, Rosidah mengembangkan usaha gula merah selama dua dekade berkat Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari BRI. Dukungan pembiayaan tersebut memungkinkan peningkatan produksi, memperbaiki kesejahteraan keluarga, dan menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat setempat.
Pemilik usaha oleh‑oleh Neng Mae, Umairah, berhasil menembus pasar Jepang dengan omset mencapai Rp 125 juta per bulan. Model bisnisnya memberdayakan komunitas lokal sekaligus membuka peluang ekspor produk khas Jakarta ke luar negeri.
Bagi mitra warung MPStore, rangkaian inisiatif ini menunjukkan bahwa peningkatan kompetensi, akses ke koperasi, dan pemanfaatan kanal digital dapat memperkuat daya saing usaha. Melalui aplikasi MPStore, warung dapat mengajukan KUR atau pinjaman tanpa agunan, serta memanfaatkan fitur pemasaran digital untuk menjangkau konsumen lebih luas.